Apr 28, 2010

Posted by admin in Mitos & Budaya | 8 comments

DINAMIKA KEBUDAYAAN SUKU DAYAK NGAJU

Suku Dayak Ngaju merupakan salah satu anak suku terbesar yang mendiami pulau Kalimantan. Suku Dayak Ngaju memiliki 4 suku sedatuk dan 90 suku sefamili. Suku-suku tersebut baik suku sedatuk maupun suku sefamili, masing-masing memiliki bahasa derahnya masing-masing.

Ngaju berarti udik. Hal ini mungkin karena suku Dayak Ngaju menempati daerah sungai yang berada di udik dibandingkan suku-suku Dayak lainnya. Suku Dayak Ngaju mendiami sepanjangan daerah aliran sungai Kapuas, sungai Kahayan, bahkan sekarang banyak yang mendiami kota Palangkaraya dan kota Banjarmasin.

Suku Dayak Ngaju adalah suku termaju yang menyebar di daerah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pada umumnya masyarakat suku Dayak Ngaju memeluk agama Kristen Protestan yang dibawa masuk oleh misionaris Zending Barmen dan Basel . Namun ada juga yang masih memegang keyakinan asli suku dayak yaitu Kaharingan (Hindu Kaharingan) dan ada juga yang memeluk agama Kristen Katolik dan Islam.

Pusat kemajuan atau peradapan suku Dayak Ngaju terdapat di kota-kota:
1. Banjarmasin (ibukota provinsi Kalimantan Selatan)
2. Kuala Kapuas (ibukota kabupaten Kapuas, di aliaran sungai Kapuas)
3. Mandomai (ibukota kecamatan Kapuas Barat kabupaten Kapuas, di aliran sungai Kapuas)
4. Kuala Kurun (ibukota kabupaten Gunung Mas, di aliran sungai Kahayan)
5. Tewah (ibukota kecamatan Tewah, kabupaten Gunung Mas, di aliran sungai kahayan)
6. Pangkoh

Mayarakat suku Dayak Ngaju di daerah ini banyak generasi mudanya yang melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, dari jenjang SMA, SGA, bahkan ada pula ke perguruan tinggi di seluruh Indonesia sampai ke luar negeri sekalipun.

SISTEM RELIGI/KEPERCAYAAN

Sistem religi masyarakat Suku Dayak pada umumnya dan suku Dayak Ngaju pada khususnya merupakan kepercayaan yang percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan, menguasai dan memelihara alam semesta berserta isinya

Pada zaman dulu, masyarakat suku Dayak memeluk agama Helu atau Kaharingan. Agama Kaharingan merupakan salah satu agama etnis di nusantara, yang saat ini telah mendapat pengakuan dari Pemerinta Indonesia sebagai suatu agama, agama Hindu Kaharingan. Namun hal ini belum banyak diketahui dan dikenal oleh banyak masyarakat lainnya di Indonesia, bahkan banyak yang salah duga dengan mengira agama Kaharingan sebagai agama kafir dan penyembah berhala. Dalam perkembangannya, Kaharingan juga bersentuhan dengan agama besar lainnya di Indonesia namun tradisi asli Dayak masih sangat kental dalam pelaksanaan ritual keagamaannya.

Agama Kaharingan atau Helu merupakan kepercayaan asli suku Dayak yang berasal dari kata haring artinya hidup. Menurut kepercayaan pemeluk agama Kaharingan, Kaharingan tidak dimulai sejak zaman tertentu namun sejak awal penciptaan, sejak Tuhan yang disebut Ranying Hatalla menciptakan manusia. Ranying berarti Maha Tunggal, Maha Agung, Maha Mulia, Maha Jujur, Maha Lurus, Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Suci, Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Adil, Maha Kekal dan Maha Pendengar. Hatalla berarti Maha Pencipta.

Di zaman penjajahan, baik masa penjajahan Belanda mapun Jepang, perkembangan keyakinan Kaharingan banyak mengalami tekanan dan hambaran. Kehadiran penjajah mengalami kontradiksi serta sakit hati yang dalam hingga masih berdampak sampai saat ini dan masih terasa juga dialami oleh orang Dayak.

Para penjajah pada masa ini tidak mau memahami keyakinan yang dipeluk oleh orang Dayak. Dengan gamblang para penjajah menyatakan agama Helu atau Kaharingan yang menyembah Ranying Hattala dengan murni, polos, alami dan apa adanya sesuai dengan situasi alam, pemahaman dan cara berpikir suku Dayak, sebagai agama kafir, agama heiden, penyembah berhala, dan berbagai tuduhan lainnya. namun walaupun dengan tuduhan dan cemoohan dari para penjajah, mereka tetap mengizinkan orang Dayak utnuk melaksanakan upacara adat yang wajib mereka laksanakan.

Kemudian agama Kristen mulai masuk dibawa oleh lembaga-lembaga Zending yang merupakan missionaris di seluruh pulau Kalimantan. Dengan usaha pendekatan yang cukup lama dan perlahan tapi pasti, orang Dayak mulai membuka hati dan tertarik dengan keyakinan yang diperkenalkan oleh Zending. Kemudian, dari rasa ingin tahu yang besar tersebut kemudian banyak orang Dayak yang belajar tentang ajaran Kristen dan akhirnya memeluk agama Kristen.
Orang Dayak yang memeluk agama Kristen diwajibkan untuk membuang jauh-jauh kehidupan lamanya dulu serta memutuskan hubungan dengan adat istiadat dan tradisi suku, apapun yang berhubunfan dengan kebudayaan asli milik mereka yang sudah turun temurun, baik yang positif maupun negatif harus ditinggal jauh-jauh. Hal ini yang menyebabkan orang Dayak yang menjadi Kristen dari generasi berikutnya tidak lagi mengenal budaya dan asal usulnya secara kental. Namun, perkembangan saat ini dari generasi muda yang melanjutkan pendidikan dan hidup di perantaua mulai mencari asal dari rasa kehilangan atas budaya leluhurnya.

Kemudian, saat agama Islam berkembang di bagian Indonesia lainnya, maka agama Islam pun masuk ke pulau Kalimantan. Orang Dayak yang kemudian memeluk agama Islam dengan resmi menyatakan dirinya sebagai orang Melayu, sejak masa penjajahan. Segala sesuatu yang berkaitan dengan asal usul sukunya tidak terdengar lagi, walaupun secara tidak langsung/secara batin mereka masih merasa sebagai suku Dayak. Secara umum suku Dayak dan suku Melayu terpisah kerana disebabkan sistem kepercayaan dan pergaulan sosial.

Sekitar tahu 1967-an, di Kalimantan Tengah, orang Dayak yang menganut agama Kaharingan hanya sejumlah 30% dan sisanya menganut agama Kristen Protestan, Katolik dan Islam.

Isen Mulang Petehku

468 ad
  1. mari kita jaga kebudayaan indonesia :peluk

  2. hi, nice info ^_^

  3. selamat sob awardnya :-D jangan lupa maen ke Vista 84 mkasih

  4. ARTYANA says:

    Benar-benar informasi yang hebat!!

  5. Howdy.I ‘m pretty fascinated with that.Exactly where could I come across further blogs concerning this topic? Some ideas?

  6. I will not debate with your conclusions because I think you’re exact on the money! You have put together a valid case for your sentiments and now I know more about this unusual topic. Thanks for this excellent post and i will come back for more.

  7. Dude… I am not much into reading, but somehow I got into reading lots of articles on your blog. Its amazing how interesting it is!

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco