Jun 2, 2010

Posted by odie in Lounge | 5 comments

Festival Isen Mulang Sarana Pelestarian Budaya Dayak

Festival Isen Mulang Sarana Pelestarian Budaya Dayak Puluhan gadis berkulit putih berbusana khas Dayak menari di hamparan rumput Lapangan Senaman Mantikei, Kota Palangkaraya, Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.

Para gadis itu merupakan peserta tarian massal yang diikuti ratusan penari dalam pembukaan Festival Isen Mulang, kegiatan wisata tahunan wisata yang sekaligus untuk melestarikan budaya masyarakat Dayak di provinsi itu. Wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara berbaur di tengah panasnya matahari di kawasan lahan bergambut Kalimantan itu untuk menyaksikan kegiatan yang menjadi agenda kepariwisataan Kalteng tersebut.

Sorak sorai pengunjung diselingi tepuk tangan selalu terdengar tatkala ada penari yang beratraksi menarik seperti atrobatik atau tarian yang menonjolkan keahlian seperti menaiki rotan berduri. Belum lagi permainan beberapa alat seni Dayak yang unik selalu menjadi perhatian ribuan penonton Peralatan tersebut, misalnya, alat musik kurung-kurung, yaitu alat musik

memainkannya dengan menghempaskan ke tanah. Festival Isen Mulang selain mampu menghibur masyarakat juga sekaligus bermanfaat sebagai sarana pelestarian budaya yang belakangan mulai terlupakan. Pembukaan festival tahunan ini bukan saja diwarnai atraksi tarian dan seni massal, tapi dilanjutkan dengan pawai mobil hias mengelilingi kota Palangka Raya.

Mobil-mobil hias yang dibentuk sedemikian rupa melambangkan moto dan potensi daerah masing-masing kabupaten dan kota. Di mobil itu pula kalangan seniman dan budayawan menampilkan kesenian masing-masing daerah. Deretan mobil hias tersebut juga menampilkan berbagai gambar dan patung yang menjelaskan potensi masing-masing daerah seperti pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, kehutanan, perhubungan, pariwisata, serta potensi industri dan perdagangan.

Dari beraneka atraksi unik di mobil yang meyusuri jalan protokol Kota Palangka Raya tersebut memancing penonton mengabadikannya melalui kamera foto, kamera telepfon seluler, maupun menggunakan kamera video. Sejumlah wisatawan asing tampak antusias mengabadikan setiap atraksi budaya yang ditampilkan peserta pawai tersebut.

Para wisatawan asing tampak lebih tertarik terhadap busana yang dikenakan para gadis Dayak yang putih-putih itu, seperti pakaian terbuat dari kulit kayu, karung guni, dedaunan, serta perhiatan manik-manik, tato, dan bulu-bulu binatang yang terletak di atas kepala para gadis itu. Begitu juga terhadap pelaku atraksi budaya pria yang selalu melambangkan kejantanan, yang selalu memegang senjata tradisional berupa mandau, telabang (alat pengaman), sumpit, panah, dan aneka asesoris yang terbuat dari tulang belulang binatang. Kegiatan festival yang selalu dikaitkan dengan penyelanggaraan peringatan hari jadi provinsi Kalteng itu berlangsung enam hari sejak Kamis (20/5) dimeriahkan dengan 18 materi kegiatan, pawai budaya juga kesenian, permainan rakyat, atraksi masakan, olahraga tradisional, serta pemilihan duta wisata yang bertajuk putera-puteri pariwisata Kalteng. Selain itu juga diwarnai sejumlah atraksi budaya suku Dayak lain semacam manetek kayu, bagasing, tari-tarian, mangenta, malamang, mangaruhi, dan besei kambe.

Banyak kalangan berharap, aneka kegiatan tahunan tersebut melestarikkan kebudayaan unik suku dayak Kalteng yang eksotis tersebut.

468 ad
  1. nice posting, festivalnya keren. pantas banget buat dijadiin tempat pariwasata. ditunggu artikel lainnya :)

  2. wah meriah bgt acaranya y ^_^

  3. erau juga termasuk budaya dayak ya?

  4. mantep bgt acaranya mas,,,salam kenal saya alief chandra….mampir ke blog saya juga ya,,,

  5. I’m glad I found your site through google , really enjoyed it. Thank you..

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco